Jangan biarkan mereka takut berimpian !

Posted in Uncategorized on December 29, 2009 by asurandi
Sempat shock ketika di awal mengetahui kenyataan ini. Pada Agustus 2006, saya diberi kepercayaan rekan-rekan pada acara di Tulungagung dan Nganjuk, Jawa-Timur sebagai Motivator untuk para pemuda disana (SMP, SMA dan Mahasiswa). Ada hal menarik sekaligus memprihatinkan yang kutemukan ketika mengisi acara itu. Materi yang waktu itu saya sampaikan adalah ” Menata Hidup dan Merancang Masa Depan”, inspirasi ini saya dapatkan setelah membaca buku Marwah Daud Ibrahim. Bukunya sederhana tapi luar biasa ! Apa saja yang kutemukan ???

Pertama, dari 60 peserta yang ikut. Ketika saya minta mereka untuk menuliskan 5 kelebihan dan 5 kekurangan mereka masing-masing, banyak yang tidak dapat menyelesaikan permintaan saya. Ada beberapa alasan yang mereka sampaikan, yaitu ; kita tidak bisa menilai diri kita sendiri, nggak pernah kepikiran hal yang begini, bingung mau nulis apa, bahkan ada yang beralasan ” saya nggak punya kelebihan mas ” … dug…dugg…duggg..jantung saya berdebar kencang ! Perih sekali rasanya mendengar ini tapi inilah kenyataan. Saya mencoba berpikir lebih luas dari konteks ini, bukan sebagai guru tapi sebagai orang yang pernah mengalami rasa kecewa karena melihat kondisi ini. Mari kita bedah kenyataan pertama yang saya temukan. Pertanyaan menarik, sudahkah kita mengenal diri kita sendiri ?? itulah yang mungkin belum kita ajarkan pada anak-anak kita, belajar mengenal dan memahami diri mereka sendiri dulu untuk hal yang paling sederhana mengetahui kelebihan dan kekurangannya sendiri, sehingga mereka tau potensi mereka, dengan mengetahui potensi mereka berarti kita tau kemana anak itu akan dikembangkan sehingga kepercayaan diri dari mereka akan terbangun dengan kokoh ! Kepercayaan diri itu yang belum banyak saya temukan dan negeri ini butuh banyak sarjana Psikologi untuk pencarian bakat anak-anak negeri ini kalau belum mampu dipenuhi, kita sebagai orang tua sudah seharusnya menjadi sarjana Psikologi bagi anak-anak kita . Mungkin ini menjadi salah satu penyebab TIMNAS Sepakbola negeri ini seringkali kalahhh….fiuuhhhh. Nggak percaya diri dan tidak bermental baja

Kenyataan kedua yang saya temukan adalah ketika saya mengajukan pertanyaan lagi ” Apa impian besar kalian ”. Sengaja saya gunakan pertanyaan dengan jawaban multitafsir. Mereka pun menjawab ; Saya pengen berguna bagi agama, nusa dan bangsa, saya pengen orang tua saya bahagia, saya pengen jadi orang sukses dan lain-lain lagi. Apa yang mereka sampaikan bukan salah, tapi sangat luas dan tidak punya arah yang jelas. Pernah kebayang jika anak panah yang seharusnya menancap di papan sasaran, menjadi tidak menancap ditempat yang seharusnya karena berbelok arah menuju buah apel yang bergelantungan di pohon apel .. hehehe. Yang saya dapatkan, mereka tidak membuat tujuan yang fokus, sasaran yang jelas. Misalkan, saya ingin jadi dokter, saya ingin jadi presiden RI, saya ingin jadi sastrawan sekelas Pramoedya dan banyak lagi. Tentunya ini lebih jelas arahnya, karena jika tidak pastinya akan gampang terpesona dengan hal-hal menarik lainya sehingga kita tidak pernah sampai pada tujuan kita !

Bahkan ada salah satu peserta yang bertanya ; saya takut bercita-cita setinggi langit, takutnya tidak tercapai, jatuhnya pasti sakit. Saya coba tersenyum dan menceritakan sebuah analogi : Jika kita bercita-cita setinggi langit secara tidak langsung pastinya semangat yang mengebu-gebu akan mengikuti kita karena rasa ingin yang teramat kuat untuk mencapai cita-cita itu, tetapi jika tidak tercapai setinggi langit, pastinya setinggi Monas sudah cukup tinggi ?? beda jika kita bercita-cita setinggi Monas, karena jika jatuh bisa sampai tanah.. hehhe.

Oleh karena itu, bisa jadi perilaku elit politik kita yang tidak berani berimpian tinggi untuk bangsa ini dikarena mereka sudah tidak punya kepercayaan diri akan potensi besar bangsa ini dan takut jika rakyat Indonesia cerdas semua, tidak adalagi yang bisa dibodohi untuk menjadikan mereka legislatif ataupun eksekutif. Entahlah ..siapa yang tahu . Sistem pendidikan yang masih menyamaratakan kemampuan anak negeri ini, saya kira menjadi salah satu penyebab kenapa dibanyak bidang kita terpuruk. Kebudayaan daerah mulai meredup, olahraga yang menyedihkan, olimpiade sains mungkin patut dibanggakan tapi seberapa banyak anak Indonesia yang bisa seperti itu ?? banyak potensi lain yang terabaikan, sudah seharusnya kita berdiri sejajar dengan USA, Rusia, Eropa, India, China dan Jepang karena potensi SDM yang luar biasa Cuma salah urus ..hiks

Tentunya artikel ini hanya sekelumit kisah, tapi harapan saya, mari kita hargai anak-anak kita sebagai manusia yang punya akal dan rasa. Jangan biarkan anak Indonesia untuk berimpian pun takut. Ajarkanlah pada anak-anak kita keberanian untuk memilih dengan menyampaikan resiko yang akan dihadapi sehingga mereka menjadi pemilih yang cerdas untuk masa depan mereka, dan orang tua wajib menjadi pendukung yang kritis. Ajarkan anak-anak kita untuk fokus pada tujuan hidupnya agar tidak terbuang sia-sia tenaganya. Impian mereka adalah masa depan Indonesia. Kesuksesan individu mereka nanti adalah kesusksesan Indonesia. Kaum muda adalah aset strategis bangsa. Mari cerdaskan anak negeri

Ide kecil untuk bumi ;)

Posted in Uncategorized on December 29, 2009 by asurandi

Ide-ide ini sudah lazim ditelingan kita, saya disini cuma mengingatkan kembali saja. Kejadian ini berulangkali saya alami, ketika menegur beberapa mahasiswa sewaktu mereka membuang sampah sembarangan. Sederhana teguran saya sewaktu itu “ tolong dong sampahnya dibuang ditempat sampah, jangan dibuang sembarangan “, ternyata mereka terperanjat dan kemudian menjawab, “ suka-suka kami dong buang disini, biar petugas kebersihan ada tugasnya “…glek, saya pun menelan liur dibarengi emosi yang naik (maklum masih muda, emosi masih berapi-api). Saya jawab balik, “ kalian ini mahasiswa apa bukan sih, diminta buang sampah pada tempatnya ajah susah ?!”, mereka balik tanya ke saya “ kalo kita buang sampah yang benar, terus nanti petugas kebersihan, nggak ada kerjaan dong ?? buat apa mereka dibayar ?? …dug, rasanya hati saya di iris-iris, dengan senyum kecut saya menyingkir dari mereka, takut jadi debat kusir karena emosi mereka naik, emosi saya pun ikutan naik dan pembicaraan itu berakhir tanpa pencerahan bagi kedua belah pihak. Inilah masalah pertama yang ingin saya bicarakan adalah soal membuang sampah pada tempatnya.

Awal saya “tobat” untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi adalah ketika menjadi panitia seminar tentang kebersihan kota tahun 2006 oleh BEM ITS yang menghadirkan pembicara dari Dinas Kebersihan kota Surabaya dan Ibu Anggraeni, pakar banjir dosen Teknik Sipil ITS. Adapun yang dibicarakan pada acara itu adalah bahwa sampah beribu-ribu ton dihasilkan oleh masyarakat kota Surabaya dalam sehari ! Sungai-sungai di Surabaya yang disesaki oleh sampah sehingga mengalami pendangkalan dan kebiasaan masyarakat yang masih menganggap bahwa sungai dapat mengolah sampah sehingga sungai dijadikan pembuangan akhir serta sempat ada jeletukan dari salah satu peserta yang menyatakan bahwa mereka yang membuang sampah sembarangan adalah kurang berpendidikan ! dug..dugg..sempat tersinggung juga rasanya, tapi itu memang benar kenyataanya, membuang sampah sembarangan adalah kebiasaan buruk. Belum lagi ditambah dengan komentar Ibu Anggraeni bahwa sampah menjadi salah satu penyebab banjir di kota-kota besar di Indonesia. Mulailah hari itu saya mencoba memantapkan hati untuk berusaha tidak membuang sampah sembarangan…

Pernah membayangkan seandainya sampah selama 50 tahun dikumpulkan di satu daerah ??? akan jadi gunung sampah yang seberapa tinggi dan lebar ?? hehehe. Permasalahan sampah hampir selalu jadi masalah besar di setiap kota besar tapi sampai detik ini belum ada solusi yang terintegrasi mantap jika masing-masing personal dari diri kita masih mengabaikan masalah yang tampak sepele ini. Membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan plastik, mengajarkan anak-anak kita untuk mencintai alam bukan hanya jadi penikmat alam yang hobinya travelling saja tanpa mau berbuat untuk lingkungan sekitar. Nggak mau kan mati karena tertimbun sampah ?? seperti kasus di TPA Luwi Gajah, jangan dech yah !

Permasalahan kedua yang ingin saya angkat adalah mengenai disiplin untuk para perokok. Pajak cukai dari rokok, sangat besar di negara ini dan juga pabrik-pabrik rokok menyerap banyak tenaga kerja. Tentunya kita semua sadar bahwa bahaya rokok begitu menakutkan, seperti serangan jantung,impotensi ,kanker dan banyak penyakit lainya. Rekan-rekan semua juga sering mendengar alasan dari para perokok yang menyebutkan bahwa mereka merokok karena sudah jadi kebiasaan, kalo nggak merokok nggak bisa mikir, merokok hak pribadi karena merokok juga pakai uang sendiri, mereka tetap merokok karena jika nanti pabrik rokok tutup maka akan banyak pengangguran dan pemasukan negara berkurang, serta ada juga yang berpendapatan bahwa merokok melambangkan kejantanan. Entah apapun alasan mereka, memang itu hak perogratif tetapi hak perogratif orang lain juga untuk bebas dari asap rokok, perokok pasif lebih rentan terhadap penyakit, semua orang berhak untuk sehat. Tentunya sebagai manusia yang punya akal kita harus saling menghormati hak-hak orang lain, sehingga saya sangat mendukung adanya peraturan yang membatasi gerak perokok di ruang publik, karena asap rokok sangat menganggu. Inilah yang perlu di disiplinkan, para perokok yang hobi melanggar merokok di sembarang tempat. Pernah kejadian, di kapal tujuan Pontianak-Surabaya waktu itu saya pulang lebaran, diruangan kapal sudah ada aturan dilarang merokok tetapi ada segerombolan penumpang yang dengan nyantainya tetap saja merokok, karena saya sudah sulit bernafas dan banyak keluhan diam dari penumpang lain, saya coba memberanikan diri untuk menegur gerombolan bapak-bapak itu, setelah saya tegur mereka tidak mengubris bahkan menatap saya dengan pandangan sinis … karena tampang mereka cukup menakutkan, dengan langkah ringan saya laporkan mereka ke satpam maka berhentilah mereka merokok. Nah … apakah harus aparat yang mengingatkan baru para perokok mau mendisiplinkan diri ??? tentunya harapan saya itu tidak perlu terjadi, harusnya kita saling menghargai, makanya ditempat-tempat tertentu ada tulisan SMOKING AREA sebagai wujud penghargaan buat perokok.
Perlahan-lahan harusnya kita menjauhi rokok, karena terlalu banyak “mudhoratnya”. Mengenai pergantian teknologi dan tenaga kerja, tentunya banyak teman-teman yang lebih berkompeten untuk mencarikan solusi yang lebih konkret untuk menurunkan “ prestasi “ Indonesia sebagai bangsa yang rakyatnya paling banyak merokok nomor tiga di dunia.

Masih banyak hal kecil lainya yang bisa kita lakukan untuk bumi tercinta ini, tapi baru dua hal ini yang dapat saya bagikan karena dua hal kecil ini yang masih konsisten saya lakukan, yaitu membuang sampah pada tempatnya dan tidak merokok.

Pastinya tidak perlu ada perdebatan panjang lagi di DPR RI maupun DPRD mengenai biaya kesehatan untuk korban rokok ataupun pembebasan lahan untuk TPA sampah dan anggaran dananya dapat kita gunakan untuk menambah anggaran di bidang pendidikan. Cerdas masyarakat Indonesia, cerdas negeriku.

Mari cintai bumi dengan memulai dari kebiasaan yang baik

Lihatlah Kami di Perbatasan !

Posted in Uncategorized on February 18, 2009 by asurandi

Seorang remaja laki-laki mengenakan pakaian putih dan celana panjang
abu-abu berjalan santai diantara perbatasan dua Negara, Indonesia-Malaysia
sambil mengernyitkan dahi memandang jauh kemudian matanya berbinar-binar,
rasanya sesak dada membandingkan kedua Negara serumpun ini diperbatasanya,
mudah sekali membedakannya. Pengalaman pribadi ini masih kuingat walaupun
sudah hampir lima tahun berlalu. Perjalanan ke pos lintas batas (PLB)
Entikong, saat itu adalah tour sekolahku SMA Negeri 1 Ngabang. Jarak dari
kotaku ke Ibu kota Propinsi Kalimantan Barat yaitu Pontianak sejauh 177 km
sedangkan jarak kotaku ke perbatasan Entikong Indonesia – Tebedu Sarawak
Malaysia cuma sejauh 140 km. Sungguh ini perjalanan yang mengesankan
karena dari hal ini aku belajar kedua Negara dari cara mereka mengelola
perbatasannya. Indonesia negaraku dan Malaysia Negeri jiran kita.

Sesak dadaku waktu itu karena perih akan realita yang kulihat diperbatasan
kedua negara, Indonesia yang kubanggakan rasanya hancur berkeping-keping
saat itu. Realita apakah yang kulihat ? akan saya paparkan. Melihat areal
perbatasan di wilayah Indonesia, berjejalan pedagang kaki lima yang tidak
teratur dipasar yang dekat sekali dengan kantor imigrasi Indonesia, tidak
jauh dari itu terdapat tempat prostitusi bahkan dipinggir-pinggir jalan
raya utama banyak terdapat warung makan kaki lima yang tidak layak, sampah
berserakan dipinggir-pinggir jalan, para calo valas (valuta asing) yang
berkeliaran menawarkan penukaran uang dari Rupiah ke Ringgit Malaysia
ataupun sebaliknya, parkir kendaraan yang sangat tidak mengindahkan
estetika, begitu kompleks sekali rasanya apa yang kulihat saat itu. Ketika
saya melangkah masuk ke wilayah Malaysia, yaitu Tebedu setelah melewati
kantor imigresyen Malaysia (logat melayu untuk pengucapan kata
immigration). Masuk tanpa paspor ketika itu dibolehkan bagi pelajar
Indonesia yang berseragam, waktu itu kami cuma ijin masuk melihat wilayah
Malaysia, pemandangannya sangat jauh berbeda. Jalan raya yang bersih dan
mulus, banyak pepohonan disekitar jalan raya, tidak ada sampah yang
berserakan dijalanan, tidak ada pedagang kaki lima yang semrawut, parkir
yang tampak rapi bahkan para calo valas tidak kelihatan di Wilayah
Malaysia. Sungguh inilah yang membuat mataku berbinar, perbedaan
pemandangan ini sungguh tragis. Akhirnya saat itu kusempatkan berfoto di
wilayah Malaysia dengan rekan-rekanku di plang besar bertuliskan TEBEDU
karena aku yakin suatu saat nanti kita mampu mengelola perbatasan Negara
kita jauh lebih baik dari Malaysia.

Lebaran 2008 kemaren ketika pulang kampung ada hal yang membuatku
terkejut, biasanya snack dan minuman kaleng berkarbonat saja yang
kutemukan dirumah adalah produk SDN BHD (perusahaan-perusahaan Malaysia)
tetapi ketika itu aku temukan tabung gas dirumah adalah punya PETRONAS.
Lha, apa yang sebenarnya terjadi ??? 17 tahun hidup di pedalaman
Kalimantan Barat aku merasakan sepertinya kami yang hidup jauh dari pulau
jawa ini, bukan bangsa Indonesia. Kenapa ??? karena seperti di anak
tirikan, pembangunan di pulau Jawa begitu pesat, tingkat kualitas
pendidikan di Jawa jauh lebih baik dibandingkan ditempatku begitu yang
kulihat di televisi waktu itu, untuk menonton channel televisi Indonesia
saja kami harus membeli perangkat parabola lengkap dengan receivernya
itupun kadang gambarnya belum tentu bagus sedangkan untuk menonton
televisi Malaysia cuma butuh antenna setinggi 4-5 meter sudah bisa
ditonton dengan kualitas gambar yang bagus tanpa perlu membeli perangkat
parabola dan receiver yang waktu itu cukup mahal harganya. Produk-produk
makanan dan minuman Malaysia lebih mudah didapatkan dan harganya lebih
murah dibandingkan dengan produk Indonesia. Begitu juga kasusnya kenapa
dirumahku menggunakan gas dari PETRONAS karena gas dari PERTAMINA stock di
kotaku habis dan yang adapun harganya mahal sekali, salahkah kami yang
membeli produk Negara lain dan banyak diantara kami yang rasa Nasionalisme
nya mulai meluntur ??? Walau sekarang sudah masa otonomi daerah tapi
kondisi berubah maju dengan lambat, bahkan sudah jadi rahasia umum di
Kalimantan Barat bahwa PLB Entikong adalah salah satu gerbang human
trafficking atau perdagangan manusia. Penyelundupan-penyelundupan barang
pun banyak sekali yang dilakukan oleh “preman” yang berseragam dan mereka
juga sering melakukan pungutan liar (pungli) pada TKI illegal yang
melintas atau orang-orang Malaysia yang masuk bahkan dari pungli itu
mereka bisa mendapatkan 3 juta rupiah setiap orang dalam satu hari ketika
lagi ramai, informasi ini kuketahui langsung dari temanku yang sering
melakukan penyelundupan peralatan elektronik dari Malaysia yang harganya
jauh lebih murah di bandingkan dengan harga pasar di Indonesia dan aparat
yang bertugas dilapangan, chaos sekali kondisinya. Inilah kebiasaan yang
mulai membudaya dan sudah jadi rahasia umum, tentunya praktek illegal
seperti ini harus dihapuskan ! Kita memang masih payah mengelola wilayah
perbatasan.

Dari berita yang kubaca, kondisi pulau Sebatik, propinsi Kalimantan Timur
yang berbatasan langsung dengan Sabah Malaysia tidak jauh berbeda. Kondisi
jalan di pulau ini berupa jalan yang tidak beraspal, jika hujan mengguyur
maka akan susah melintasi jalanan daerah ini karena becek dan licin. di
Kotanya, kondisinya relatif lebih ramai, ada berbagai jenis kendaraan dan
listrik, namun listrik yang ada di pulau ini sangat minim, sehingga sangat
sulit memperoleh fasilitas listrik yang bisa digunakan untuk mendukung
industri menengah apalagi untuk industri besar, tentunya ini salah satu
penghambat kemajuan.

Dari pulau sebatik, jika kita memandang ke arah utara, maka akan terlihat
dengan jelas kota Tawau Malaysia, jika melihat pemandangan kota Tawau dan
kemudian membandingkan dengan kondisi Sebatik saat ini sungguh bagaikan
bumi dan langit. kota Tawau begitu maju dan berkembang pesat secara
ekonomi, sementara Sebatik, masih saja diam di tempat dan tidak beranjak.
Inilah gambaran nyata dari kondisi daerah perbatasan di Negara kita,
mungkin kondisi ini tidak jauh berbeda dengan perbatasan dengan Papua
Nugini maupun Timor Leste. Banyak hal tentunya yang masih bisa kita
lakukan untuk memperbaiki kondisi ini, karena wilayah perbatasan sangat
rentan.

Menurut saya, pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan dan
peningkatan kualitas pendidikan harus jadi prioritas sehingga rasa
nasionalisme yang luntur itu dapat terobati dengan kepedulian Negara yang
tidak mendiskriminasikan daerah tertentu dalam pembangunan. Pemerintah
daerah, pemerintah pusat, pihak swasta dan masyarakat setempat harus
bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di perbatasan
sehingga tidak terulang lagi kasus lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan
maupun Timor-timur, tentunya ini menjadi tugas rumah kita semua dan butuh
kerja keras semua pihak untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan
berdaulat.

Ya’Asurandi

Indonesia dalam wajah partai politik ??

Posted in Uncategorized with tags on February 2, 2009 by asurandi

Sabtu- Minggu, seringkali yang kurasakan bukanlah weekend tapi adalah hari-hari kegiatan diluar kampus. Kali ini diminta untuk mewakili pemuda salah satu partai untuk mengikuti sebuah pelatihan yang bertema “ Party Youth Development and Volunteer Outreach Program”. Ini jadi weekend yang menantang begitu gambaranku ketika menyambut telpon “perintah” ketika itu …

Acara yang di ikuti oleh para anggota partai peserta PEMILU 2009 yang diselenggarakan oleh International Republican Institute (IRI). Adapun yang hadir adalah perwakilan dari partai tingkat Jawa Timur. Ada yang menarik untuk dipelajari …

Awalnya aku begitu bersemangat ketika menghadiri pelatihan karena ini kali kedua bagiku untuk bertemu dengan para anggota partai peserta PEMILU 2009, karena pada pelatihan pertama aku datang terlambat karena baru dihubungi untuk mewakili partai pukul 11.00 sedangkan acara dimulai pukul 08.00 pagi, telat banget pastinya kan .. heee. Dan tidak banyak komunikasi yang dapat kulakukan karena memang kesempatan untuk berkomunikasi kala itu, kecil. That’s the first time. Mulailah acara dimulai, rasa kecewa itu pun muncul, kenapa ? Karena acara rencana dimulai pukul 08.00 ternyata baru dapat dimulai pukul 09.15, apa sebab ?? karena para peserta telat ! Aku dan temanku datang pukul 07.50 .. waktu itu yang baru dating Cuma aku, temanku dan 3 orang panitia..sedihkan, apa yang aku kecewakan ?? BUDAYA JAM KARET. Ini yang menjadi otokritik dan kritik bagi semua karena mengabaikan masalah waktu, padahal WAKTU itu sangat berharga. Sampai ada pepatah yang mengatakan “ Waktu adalah uang “ dan Waktu tak akan pernah berulang .. sungguh ironis, bangsa yang besar seperti ini tetapi semangat rakyatnya untuk TEPAT WAKTU sangat minim. Bayangkan apa yang terjadi pada UGD jika dokternya telat … wuih, bisa menyebabkan kematian.

Presentasi pertama dimulai, cukup menarik apa yang disampaikan SEAN WASH tentang Mencari volunteer, kampanye bahkan sampai memastikan pemilih mencoblos pada saat hari pencoblosan. Mulailah berdiskusi, banyak partai yang mengeluh karena masyrakan sudah “ mata duitan”, volunteer sudah menentukan tariff jasa, calon konstituen sudah pandai pasang harga akan suara mereka pada hari pemilihan dan banyak lagi keluhan-keluhan yang disampaikan. Yang membuat jengah adalah sikap pesemistis beberapa partai terhadap kondisi seperti ini bahkan mereka sudah beranggapan bahwa rakyat tidak cerdas, sehingga untuk menang tidak perlu memberikan percerdasan politik untuk rakyat, biarkan rakyat tetap dicekoki dengan dangdut, pesta-pesta dan hal lain nya yang bersifat instan. Mereka berpikir buntu …. Dengan ini saya mencoba menyimpulkan, bahwa banyak partai yang malas bekerja untuk menjangkau pemilihnya, mereka cuma perlu rakyat ketika mendekati PEMILU saja ! Inilah Indonesia, sebuah kenyataan yang perih ….hiks

Orang-orang yang malas berpikir, ketika melihat sikap beberapa perwakilan partai yang hadir. Terlihat mereka malas berpikir, ini ketika pemateri memberikan sebuah soal tentang waktu yang dibutuhkan untuk meraup suara pemilih. Mereka tidak mencari solusi soal itu tapi Cuma berkomentar, skeptis dan menyerah sebelum memulai …

Dari ini semua, membuat aku ragu jika parta-partai yang tidak punya basic ideologi yang kuat dan kader yang berkualitas akan dapat memperbaiki bangsa kedepanya. Kualitas kader sangat menentukan, tanpa itu partai hanya jadi tempat mencari nafkah … tempat kerja orang-orang yang menganggur bukan lagi sebagai tempat bekerja orang-orang yang punya cita-cita mulia untuk Negara.

Semoga Partai yang memenangkan PEMILU 2009 nanti adalah partai yang punya basic ideology kuat dan kader-kadernya berkualitas secara keilmuan dan moral agar negeri ini bisa terbebas dari setan kebodohan den kemiskinan. Rasanya sudah lelah diri ini melihat penderitaan rakyat, pendidikan mahal, rumah sakit seperti jadi hotel bagi orang miskin dan banyak lagi permasalahan Negara ini yang menjadi tugas kita bersama. Partai bukan tempat mencari uang tapi adalah salah satu tempat untuk memperbaiki Negara. Indonesia harus lebih baik !

Hari-Hari Gila dan Tren Bunuh Diri

Posted in Uncategorized on January 17, 2009 by asurandi

Aku kira wajar kalo di Jepang  kasus bunuh diri begitu besar. Hari ini aku mengalami betapa maniak kerja bisa menyebabkan stress yang berkepanjangan dan gampang terserang penyakit.

Jam 15.30 hari ini rasanya kepalaku mau pecah, mata mau keluar berjalan pun rasanya seperti orang mabuk. Kepalaku pusing sekali. Tau apa yang menyebabkan ini ? Akibat kebodohan sendiri. Tidur jam 3 pagi, bangun jam 05.30 terus mandi, presentasi dan presentasi lagi sampai tidak sempat untuk makan. Jam 15. 30 itu baru semua nya terasa…hiks..

Pulang, langsung makan dan minum obat tidur sore kemudian bangun maghrib …wuih kepalaku masih pusing terus ke masjid pun rasanya ketika sujud mataku mau ikutan lepas akibat gaya tarik gravitas (hiperbolik banget ..heee). Akhirnya aku minum obat untuk yang kedua kalinya, 15 menit kemudian pusing kepalaku agak mendingan, yah berangkatlah ke kampus buat ngerjakan tugas seminar …

sampailah tulisan ini dibuat setelah tugas selesai dikerjakan. Alangkah indahnya hidup kawan ….

Banyak sms masuk, tapi sayang aku tidak punya pulsa. Dengan segala tekanan hidup yang kujalani syukurlah aku tidak pernah berniat bunuh diri, dari gagal sebagai orang yang bisa mencintai, bisnis yang belum berhasil sampai merasa wajah yang nggak ganteng-ganteng amat tapi aku bersyukur atas semua yang kumiliki. Inilah kunci hidup agar nggak gampang bunuh diri alias klimaks dari putus asa, yaitu BERSYUKUR.

Bersyukur ketika mendapat nikmat. Sabar ketika mendapat ujian dan tabah agar dapat bangkit dari keadaan yang belum baik. Quote hari ini buat sahabat-sahabatku.

Menjadi bangsa yang berdaulat mengelola kekayaan alam sendiri

Posted in Uncategorized on January 16, 2009 by asurandi

Negara Indonesia adalah negara yang seharusnya kaya raya dengan sumber bahan tambang yang begitu banyak. Mulai dari emas, tembaga, bijih besi, minyak bumi, batubara, gas dan bahan tambang lainya. Seharusnya pertambangan merupakan kekayaan alam yang penting dan menjadi modal yang kuat untuk memajukan bangsa. Tapi sungguh ironis setelah 63 tahun kita merdeka ternyata sumber daya alam yang harusnya jadi penopang dalam membiayai pembangunan di negara ini sedikit sekali kontribusinya jika dibandingkan dengan cukai rokok (rokok yang nyata-nyata nya nggak sehat aja bisa menjadi pemasukan negara yang besar .. negara yang aneh). Sumber daya alam yang melimpah harusnya bisa menjadi sumber penghidupan bagi rakyat kita untuk menjadi sejahtera. Tapi dunia pertambangan ternyata justru menyebabkan banyak masalah seperti perusakan lingkungan, pelanggaran HAM, praktek korupsi dan lain sebagainya.

UU Minerba yang disahkan persis berdekatan dengan UU BHP sungguh sebuah skenario menghancurkan negara yang baik. Hancurkan sumber daya manusianya, rampok kekayaan alamnya.. mantap benar dah strateginya ! Cuih ..Harusnya hal ini menjadi perenungan bagi kita semua. Dengan dalih menghormati kontrak tambang yang sudah dijalankan pemerintah rela rakyat yang hidup menderita. kenapa menderita ??? Karena harusnya pendapatan negara dalam bidang pertambangan begitu banyak tetapi dengan kontrak yang merugikan tentunya keuntungan diraup oleh perusahaan bukan masuk kas negara. Sehingga harusnya negara bisa mensubsidi rakyat terkait pendidikan dan kesehatan tapi nyatanya tidak, bahkan melepaskan tanggungjawab itu. Pemerintah yang sesat pikir, mereka lupa tugas mereka adalah melayani rakyat bukan para kapitalis yang rakus itu ! Boro-boro ngurusi rakyat, yang mereka pikirkan adalah bagaimana pada PEMILU 2009 nanti mereka dapat terpilih lagi dan meneruskan kerja mereka sebagai sapi perahan bangsa asing yang sangat sedikit sekali memberikan keuntungan buat rakyat negeri ini terutama rakyat kecil. Jumlah orang miskin di Indonesia sebesar 110 juta jiwa itu mungkin belum cukup banyak bagi pemerintah dan mereka akan memperbanyak lagi dengan membuat UU yang selalu berpihak pada kapitalis rakus, ini yang sebenarnya menjadi musuh kita bersama. Memang bangsa ini sangat kekurangan sekali pengusaha (wirausaha) tetapi harapanya nanti yang muncul bukan pengusaha-pengusaha rakus, tapi pengusaha yang punya rasa nasionalis yang besar dan punya tanggungjawab sosial yang tinggi. Mereka akan membantu negara membuka lapangan usaha … Itu dia yang benar.

Tambang-tambang yang ada sudah seharusnya dikelola oleh pengusaha lokal, karena sumber daya manusia bangsa ini mampu untuk mengelola sendiri dengan kemampuan sains dan teknologi yang ada. Banyak orang pintar di negeri ini tapi sayangnya negara seringkali tidak peduli terhadap mereka dan tentunya rumput di rumah tetangga lebih hijau, jadilaha brain drain terjadi. Manusiawi sekali …

Kalo pun akan di ekspor tentunya tidak lagi mengekspor barang mentah yang kurang mempunyai nilai tambah, tapi kita sudah mampu mengolah sendiri barang tambang itu menjadi barang yang bernilai tambah sehingga keuntungan yang didapat akan bertambah dan itu tentunya baik sekali untuk kesejahteraan rakyat. Tentunya untuk mewujudkan itu, perlu adanya political will pemerintah yang berani dan konsisten untuk benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pelayan rakyat.

Oleh karena itu dibutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang lepas dari lingkar setan rezim koruptor Indonesia, sehingga punya keberanian dalam menasionalisasikan aset-aset strategis bangsa dan ini akan menjadi modal bagi bangsa kita untuk mensejahterakan rakyatnya. Sehingga tidak perlu lagi orang miskin takut untuk sakit, berani bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik dengan diberikanya kesempatan untuk mengenyam pendidikan bahkan sampai di perguruan tinggi. Inilah sebenarnya fungsi negara, MELAYANI RAKYAT !

Toko Lengkap ( Kapal, Mineral Tambang dan Hasil Hutan )

Posted in Uncategorized on January 16, 2009 by asurandi

Jual Kapal :

Barge 300 feet tahun 2005, 2006 dan 2007

Tug Boat mesin Catterpillar 2 x 1200 HP

Kapal Kargo Berbagai Tipe

Kapal Tanker Berbagai Tipe

Dijual :

Dump truck HINO 10 Ban
Kapasitas 20 Ton tahun 2003.

Keterangan :

Ada 2 tipe :

– Dump Truck yang sudah terpakai sebanyak 40 unit @ Rp. 380 juta

– Dump Truck yang belum terpakai sebanyak 75 unit @ Rp. 400 juta

Unitnya di Jakarta semua.

Jual Mineral Tambang :

Batu Bara 6300- 6100 kal

Batu Bara 5800-5600 kal

Mangan 40% daerah Blitar

Jual Hasil Hutan :

Kayu Bangkirai Kalimantan Barat

Bagi yang berminat bisa kirim email ke : asurandi_2@yahoo.com

Mobile : 085257588869 Asurandi

Aksi CABUT BHP

Posted in Uncategorized on January 15, 2009 by asurandi

Tergabung dalam PORTAL BHP, kemaren 14 Januari 2009. Forum kampus ITS mengadakan aksi CABUT UU BHP. Beberapa organ dari kampus ITS, UNAIR, UNESA, IAIN Sunan Ampel, UPN, UNTAG dan UNITOMO tergabung dalam PORTAL BHP. Aksi yang di ikuti 120 orang mahasiswa. Tuntutan yang kami usung dalam PORTAL BHP ini adalah :

1. CABUT UU BHP

2. Realisasikan Anggaran Pendidikan 20 % dari APBN/APBD ( diluar gaji pendidik dan pendidikan kedinasan)

3. Pendidikan murah untuk anak-anak buruh tani, dan rakyat miskin

4. Tolak privatisasi dan komersialisasi pendidikan

Sungguh ini akan menjadi perjuangan yang panjang, karena sampai detik ini pemerintah malah menantang untuk uji materiil di UU BHP. Hah, gila nggak ? mereka masih ngotot berpikir bahwa UU ini adalah solusi untuk permasalahan pendidikan di Indonesia. Apalagi Bambang Sudibyo (Menteri Pendidikan) tuh, wuih … kayak cukongnya asing, jelas kita ketahui bahwa dengan BHP nanti peluang investasi di dunia pendidikan akan semakin besar dan terbuka lebar tentunya yang akan bisa mendapat kesempatan untuk berinvestasi adalah para pemodal-pemodal besar dan itu banyak dari asing. Repot kan … Bisa jadi Indonesia lebih mengerti budaya asing ketimbang budaya negara sendiri. BHP analog dari perusahaan, nah.. bisa dibayangkan kalo institusi pendidikan berubah fungsi jadi perusahaan. Memang disebutkan bahwa BHP adalah badan NIRLABA tapi tentunya hal ini cuma jadi “tameng” saja…karena tata kelola perusahaan adalah bagaimana mandiri dan mencari untung sebanyak-banyaknya dari usaha-usaha yang dilakukan. Ini semakin mempertegas LEPAS TANGAN dari pemerintah ! Ketika BHP bangkrut atau tidak mampu membiayai operasionalnya maka akan ada pailit atau langkah penyelamatan bisa dengan merger… Bisa-bisa ntar ITS merger dengan ITATS .. heee, dunia pendidikan semakin ngawur !

Tapi kok, para penguasa di negeri ini pada mikirin gimana 2009 mereka bisa terpilih lagi bukanya ngurusi masalah yang sangat urgen untuk kemajuan bangsa ini yaitu PENDIDIKAN. Tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang maju tanpa dengan pendidikan. SBY – JK tentunya sudah tidak layak dipilih, Megawati sama saja … apalagi Mbah Gusdur .. heee

Indonesia harus melakukan perubahan mendasar, ganti pemimpin yang punya visi jauh dan berani berimpian !

PENDIDIKAN DAN KESEHATAN rakyat harus jadi prioritas utama tanpa itu jangan pernah merasa pro-rakyat !

Hikmah dimana saja

Posted in Uncategorized on January 12, 2009 by asurandi

Abis maem tadi langsung gosok gigi, nggak tau kok tiba-tiba kepikiran lulus kuliah, terus kerja, bisnis dan menikah …deg ! kepikiran mati, aku jadi takut jadi kepikiran. Sudah siapkah mati ?? Sudah berapa banyak dosa yang kulakukan ?? Beberapa hari ini badanku lemas, sakit. Walau tetap berangkat ke kampus,  karena aku yakin kalo di kos pasti kerjanya tidur ajah. Ngak produktif walau sebenarnya beberapa minggu ini di kampus pun aku sudah kurang produktif, tulisanku mulai jarang terbit buat menghangatkan suasana kampus (lebih tepatnya, provokasi). Mulai jenuh dengan rutinitas, malas. Bahaya sekali, merasa nyaman adalah bahaya ! itu yang kutakutkan selama ini … Mulailah mengingat- ingat kembali hal yang dapat memotivasi kita (baca:kontemplasi)

Hikmah buat kita …

Sekitar satu minggu lalu, aku sempat bercakap-cakap dengan seorang anak kecil kelas 4 SD. Dia adalah anak yang biasa memunguti sampah-sampah yang bisa dijual lagi (baca:pemulung). Dari sorot mata dan keceriaanya aku tau anak itu adalah anak cerdas, dia bagiku termasuk beruntung karena bisa sekolah untuk anak yang biasa menjadi pemulung. Pemulung ? apakah mereka pernah bercita-cita menjadi pemulung ? tentunya tidak, tapi keadaan memaksa. Anak sekecil itu harus bekerja untuk memberikan tambahan nafkah buat orang tuanya, aku merasa malu. Sudah sebesar ini masih minta ke orang tua, bisnis yang kujalani (dunia : mediator/makelar) belm mebuahkan hasil secara materi tapi kalo secara pengalaman sudah banyak banget. Bercakap-cakap sama dia, dengan bercanda dan lainya, ya rasanya seprti ponakan ku sendiri… banyak bicara, cerdas dan kritis. Semoga itu jadi modal bagi adek “pemulung” tadi untuk menghadapi hidup yang kejam ini, belum banyak yang bisa saya bantu … mungkin dengan tulisan ini akan mengingatkan saya padamu. Hikmah itu dimana saja ..

Try to be better than this

Posted in Uncategorized with tags on January 12, 2009 by asurandi

Setelah sekian lama, account ini tidak dipedulikan karena kehilangan password (bodoh banget yach ..) akhirnya dengan niat dan semangat 45, di urus lagi lah account ini. Abis ini account wordpress pertama aku dan isinya berkesan abis buatku yang sedang belajar kehidupan, terombang ambing karena bingung memilih .. kok jadi sepanjang ini yach, malahan tadi cuma mau ngabari bahwa account ini aktif lagi.
Sekarang lagi masa ujian akhir semester, mata kuliah yang terambil 15 sks, ironis yach. Malahan harusnya nggak dapat segitu dech. Tapi tentunya dari segala sesuatu yang terjadi ada hal yang kupelajari dari ini. Yah..hidup emang sebuah pembelajaran tiada akhir. Ada rasa bersalah sama keluargaku di Kalimantan, harapanku semester depan sudah lulus tapi seperti belum bisa. Belum bisa, karena kesalahanku yang menyepelekan sesuatu, kebiasaan buruk ! Ada pelajaran yang kuambil dari kesalahanku kali ini, jangan terlalu mempercayai seseorang karena bisa jadi orang yang kita percayai tak sebaik yang kita kira. Mereka juga manusia biasa …
Surabaya under attack ! Tiap hari hujan, kemaren kos kebanjiran pas aku pulang sekitar jam 23.45 wiba. Anak-anak kos pada bersihin dan cidukin air biar air yang masuk kedalam menjadi berkurang. Tapi kali ini aku pengen apatis (apatis kok pengen .. hee) jadi aku nggak ngebantuin teman-teman. Ngantuk banget, pengen tidur …. Abis sms-smsan ama teman se-antero Indonesia, kebetulan lagi ada pulsa tadi malam baru kemudian tidur …zzzzzz
Hari ini sumpek banget, nggak tau sumpek kenapa ?! Baru sekarang (baca: jam 19.28 wiba) agak baikan, baru bisa mikir.. tadi bawaanya pengen marah ajah, padahal aku lagi nggak datang bulan ( emang aku cewek apa?! ). Setelah kondisi kepalaku lumayan, akhirnya tulisan ini tertuliskan dengan mengalir ditengah kepenatan…
Love you