Indonesia dalam wajah partai politik ??

Sabtu- Minggu, seringkali yang kurasakan bukanlah weekend tapi adalah hari-hari kegiatan diluar kampus. Kali ini diminta untuk mewakili pemuda salah satu partai untuk mengikuti sebuah pelatihan yang bertema “ Party Youth Development and Volunteer Outreach Program”. Ini jadi weekend yang menantang begitu gambaranku ketika menyambut telpon “perintah” ketika itu …

Acara yang di ikuti oleh para anggota partai peserta PEMILU 2009 yang diselenggarakan oleh International Republican Institute (IRI). Adapun yang hadir adalah perwakilan dari partai tingkat Jawa Timur. Ada yang menarik untuk dipelajari …

Awalnya aku begitu bersemangat ketika menghadiri pelatihan karena ini kali kedua bagiku untuk bertemu dengan para anggota partai peserta PEMILU 2009, karena pada pelatihan pertama aku datang terlambat karena baru dihubungi untuk mewakili partai pukul 11.00 sedangkan acara dimulai pukul 08.00 pagi, telat banget pastinya kan .. heee. Dan tidak banyak komunikasi yang dapat kulakukan karena memang kesempatan untuk berkomunikasi kala itu, kecil. That’s the first time. Mulailah acara dimulai, rasa kecewa itu pun muncul, kenapa ? Karena acara rencana dimulai pukul 08.00 ternyata baru dapat dimulai pukul 09.15, apa sebab ?? karena para peserta telat ! Aku dan temanku datang pukul 07.50 .. waktu itu yang baru dating Cuma aku, temanku dan 3 orang panitia..sedihkan, apa yang aku kecewakan ?? BUDAYA JAM KARET. Ini yang menjadi otokritik dan kritik bagi semua karena mengabaikan masalah waktu, padahal WAKTU itu sangat berharga. Sampai ada pepatah yang mengatakan “ Waktu adalah uang “ dan Waktu tak akan pernah berulang .. sungguh ironis, bangsa yang besar seperti ini tetapi semangat rakyatnya untuk TEPAT WAKTU sangat minim. Bayangkan apa yang terjadi pada UGD jika dokternya telat … wuih, bisa menyebabkan kematian.

Presentasi pertama dimulai, cukup menarik apa yang disampaikan SEAN WASH tentang Mencari volunteer, kampanye bahkan sampai memastikan pemilih mencoblos pada saat hari pencoblosan. Mulailah berdiskusi, banyak partai yang mengeluh karena masyrakan sudah “ mata duitan”, volunteer sudah menentukan tariff jasa, calon konstituen sudah pandai pasang harga akan suara mereka pada hari pemilihan dan banyak lagi keluhan-keluhan yang disampaikan. Yang membuat jengah adalah sikap pesemistis beberapa partai terhadap kondisi seperti ini bahkan mereka sudah beranggapan bahwa rakyat tidak cerdas, sehingga untuk menang tidak perlu memberikan percerdasan politik untuk rakyat, biarkan rakyat tetap dicekoki dengan dangdut, pesta-pesta dan hal lain nya yang bersifat instan. Mereka berpikir buntu …. Dengan ini saya mencoba menyimpulkan, bahwa banyak partai yang malas bekerja untuk menjangkau pemilihnya, mereka cuma perlu rakyat ketika mendekati PEMILU saja ! Inilah Indonesia, sebuah kenyataan yang perih ….hiks

Orang-orang yang malas berpikir, ketika melihat sikap beberapa perwakilan partai yang hadir. Terlihat mereka malas berpikir, ini ketika pemateri memberikan sebuah soal tentang waktu yang dibutuhkan untuk meraup suara pemilih. Mereka tidak mencari solusi soal itu tapi Cuma berkomentar, skeptis dan menyerah sebelum memulai …

Dari ini semua, membuat aku ragu jika parta-partai yang tidak punya basic ideologi yang kuat dan kader yang berkualitas akan dapat memperbaiki bangsa kedepanya. Kualitas kader sangat menentukan, tanpa itu partai hanya jadi tempat mencari nafkah … tempat kerja orang-orang yang menganggur bukan lagi sebagai tempat bekerja orang-orang yang punya cita-cita mulia untuk Negara.

Semoga Partai yang memenangkan PEMILU 2009 nanti adalah partai yang punya basic ideology kuat dan kader-kadernya berkualitas secara keilmuan dan moral agar negeri ini bisa terbebas dari setan kebodohan den kemiskinan. Rasanya sudah lelah diri ini melihat penderitaan rakyat, pendidikan mahal, rumah sakit seperti jadi hotel bagi orang miskin dan banyak lagi permasalahan Negara ini yang menjadi tugas kita bersama. Partai bukan tempat mencari uang tapi adalah salah satu tempat untuk memperbaiki Negara. Indonesia harus lebih baik !

Leave a Reply