Hari-Hari Gila dan Tren Bunuh Diri

Aku kira wajar kalo di JepangĀ  kasus bunuh diri begitu besar. Hari ini aku mengalami betapa maniak kerja bisa menyebabkan stress yang berkepanjangan dan gampang terserang penyakit.

Jam 15.30 hari ini rasanya kepalaku mau pecah, mata mau keluar berjalan pun rasanya seperti orang mabuk. Kepalaku pusing sekali. Tau apa yang menyebabkan ini ? Akibat kebodohan sendiri. Tidur jam 3 pagi, bangun jam 05.30 terus mandi, presentasi dan presentasi lagi sampai tidak sempat untuk makan. Jam 15. 30 itu baru semua nya terasa…hiks..

Pulang, langsung makan dan minum obat tidur sore kemudian bangun maghrib …wuih kepalaku masih pusing terus ke masjid pun rasanya ketika sujud mataku mau ikutan lepas akibat gaya tarik gravitas (hiperbolik banget ..heee). Akhirnya aku minum obat untuk yang kedua kalinya, 15 menit kemudian pusing kepalaku agak mendingan, yah berangkatlah ke kampus buat ngerjakan tugas seminar …

sampailah tulisan ini dibuat setelah tugas selesai dikerjakan. Alangkah indahnya hidup kawan ….

Banyak sms masuk, tapi sayang aku tidak punya pulsa. Dengan segala tekanan hidup yang kujalani syukurlah aku tidak pernah berniat bunuh diri, dari gagal sebagai orang yang bisa mencintai, bisnis yang belum berhasil sampai merasa wajah yang nggak ganteng-ganteng amat tapi aku bersyukur atas semua yang kumiliki. Inilah kunci hidup agar nggak gampang bunuh diri alias klimaks dari putus asa, yaitu BERSYUKUR.

Bersyukur ketika mendapat nikmat. Sabar ketika mendapat ujian dan tabah agar dapat bangkit dari keadaan yang belum baik. Quote hari ini buat sahabat-sahabatku.

Leave a Reply