Aksi CABUT BHP
Tergabung dalam PORTAL BHP, kemaren 14 Januari 2009. Forum kampus ITS mengadakan aksi CABUT UU BHP. Beberapa organ dari kampus ITS, UNAIR, UNESA, IAIN Sunan Ampel, UPN, UNTAG dan UNITOMO tergabung dalam PORTAL BHP. Aksi yang di ikuti 120 orang mahasiswa. Tuntutan yang kami usung dalam PORTAL BHP ini adalah :
1. CABUT UU BHP
2. Realisasikan Anggaran Pendidikan 20 % dari APBN/APBD ( diluar gaji pendidik dan pendidikan kedinasan)
3. Pendidikan murah untuk anak-anak buruh tani, dan rakyat miskin
4. Tolak privatisasi dan komersialisasi pendidikan
Sungguh ini akan menjadi perjuangan yang panjang, karena sampai detik ini pemerintah malah menantang untuk uji materiil di UU BHP. Hah, gila nggak ? mereka masih ngotot berpikir bahwa UU ini adalah solusi untuk permasalahan pendidikan di Indonesia. Apalagi Bambang Sudibyo (Menteri Pendidikan) tuh, wuih … kayak cukongnya asing, jelas kita ketahui bahwa dengan BHP nanti peluang investasi di dunia pendidikan akan semakin besar dan terbuka lebar tentunya yang akan bisa mendapat kesempatan untuk berinvestasi adalah para pemodal-pemodal besar dan itu banyak dari asing. Repot kan … Bisa jadi Indonesia lebih mengerti budaya asing ketimbang budaya negara sendiri. BHP analog dari perusahaan, nah.. bisa dibayangkan kalo institusi pendidikan berubah fungsi jadi perusahaan. Memang disebutkan bahwa BHP adalah badan NIRLABA tapi tentunya hal ini cuma jadi “tameng” saja…karena tata kelola perusahaan adalah bagaimana mandiri dan mencari untung sebanyak-banyaknya dari usaha-usaha yang dilakukan. Ini semakin mempertegas LEPAS TANGAN dari pemerintah ! Ketika BHP bangkrut atau tidak mampu membiayai operasionalnya maka akan ada pailit atau langkah penyelamatan bisa dengan merger… Bisa-bisa ntar ITS merger dengan ITATS .. heee, dunia pendidikan semakin ngawur !
Tapi kok, para penguasa di negeri ini pada mikirin gimana 2009 mereka bisa terpilih lagi bukanya ngurusi masalah yang sangat urgen untuk kemajuan bangsa ini yaitu PENDIDIKAN. Tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang maju tanpa dengan pendidikan. SBY – JK tentunya sudah tidak layak dipilih, Megawati sama saja … apalagi Mbah Gusdur .. heee
Indonesia harus melakukan perubahan mendasar, ganti pemimpin yang punya visi jauh dan berani berimpian !
PENDIDIKAN DAN KESEHATAN rakyat harus jadi prioritas utama tanpa itu jangan pernah merasa pro-rakyat !