Archive for June, 2007

Belajar dari awan

Posted in Uncategorized on June 12, 2007 by asurandi

Belajar dari Awan

Hari itu satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar keliling negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin menikmati situasi santai dalam penerbangan pulang, membaca yang ringan-ringan, bahkan memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat. Kendatipun demikian, aku mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.

Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut: Siapa pun yang Kautakdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan bantulah aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku.

Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata seorang anak kecil, sekitar delapan tahun, duduk pada kursi dekat jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa lelah. Naluri pertamaku adalah, ‘Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku kali ini.’ Dengan berusaha bersikap ramah, aku menyapanya dan mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung mengobrol dan, hanya dalambeberapa menit, ia menaruh kepercayaan kepadaku, dengan berkata,

“Ini pertama kali saya naik pesawat. Saya agak takut.” Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru menjenguk sepupu-sepupunya, dan ia diminta tinggal lebih lama sedangkan orangtuanyapulang terlebih dahulu. Kini ia pulang sendirian, dengan pesawat terbang.

“Naik pesawat itu keciiil,” kataku, berusaha menumbuhkan keyakinannya. “Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah di antara yang pernah kaulakukan.” Aku diam sejenak, untuk berpikir, dan kemudian aku bertanya kepadanya, “Pernahkah kau naik roller coaster?” “Saya senang naik roller coaster! “Pernahkah kau menaikinya tanpa berpegangan? “Oh, ya. Saya seneng sekali.” Ia tertawa. Sementara aku berpura-pura ketakutan. “Pernahkah kau naik di depan?” tanyaku lagi dengan wajah pura-pura merasa ngeri.”Ya. Saya selalu berusaha mendapatkan tempat duduk paling depan!”
“Dan kau tidak merasa takut?” Ia menggelengkan kepalanya, tampaknya ia kini telah merasa berhasil mengimbangi aku. “Sesungguhnyalah, penerbangan ini tidak seberapa dibanding naik roller coaster. Aku tidak berani naik roller coaster, tapi aku tidak takut sama sekali bila naik pesawat terbang.” Seulas senyum mulai tampak pada wajahnya, “Betulkah itu?” Aku dapat melihat bahwa ia mulai berpikir bahwa mungkin ia memang pemberani.
Pesawat mulai ditarik menuju ke ujung landasan. Dan ketika akhirnya pesawat itu meluncur naik, ia memandang ke luar jendela dan mulai bercerita dengan sangat bersemangat tentang segala yang dialaminya. Ia mengomentari bentuk-bentuk awan yang dilihatnya, dan gambar-gambar yang seolah-olah telah dilukis di angkasa. “Awan yang ini seperti kupu-kupu, dan yang itu kelihatanseperti seekor kuda!”
Tiba-tiba, aku juga melihat melalui mata seorang anak usia delapan tahu Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali itu terbang.Belakangan Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang pelatihan yang kuselenggarakan, dan mengatakan bahwa aku juga membintangi iklan untuk radio dan televisi.
Matanya langsung bersinar. “Saya dan adik saya pernah menjadi bintang iklan televisi.” “Oh, ya? Bagaimana rasanya? Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan. Kemudian ia berkata bahwa ia perlu ke kamar kecil. Aku berdiri agar ia dapat keluar ke gang. Saat itulah aku melihat alat penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju ke kamar kecil di belakang. Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan, “Saya menderita distrofi otot. Adik perempuan saya juga – ia bahkan harus memakai kursi roda. Itu sebabnya kami menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk anak-anak yang menderita distrofi otot.”

Waktu pesawat mulai turun, ia memandang kepadaku, tersenyum, dan bicara dengan nada yang agak-agak malu, “Tahukah Anda, saya betul-betul khawatir tentang siapa yang akan duduk di sebelah saya di pesawat. Saya takut ia orang yang ketus, yang tidak mau bicara dengan saya. Saya senang bisa duduk bersebelahan dengan Anda.”

Ketika mengenang seluruh pengalaman itu pada malam harinya, aku diingatkan tentang untungnya bersikap terbuka. Setelah sepekan penuh menjadi pengajar, begitu selesai aku justru menjadi siswa.

Sekarang setiap kali aku merasa suntuk – dan itu cukup sering – aku memandang ke luar jendela dan mencoba menebak bentuk awan yang terlukis di angkasa.Dan aku teringat dengan Bradley, anak istimewa yang mengajariku pelajaran itu. (Chicken soup)

Kisah seekor Tikus

Posted in Uncategorized on June 12, 2007 by asurandi

Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; “Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah, mengangkat kepalanya dan berkata, “Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah.”

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!”"Wah, aku menyesal dengar khabar ini,” si kambing menghibur dengan penuh simpati, “tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!”

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. ” Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu itu sambil ketawa. Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.

Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya Isteri petani berlari pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.

Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu. Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman-teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para tamu itu.

Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.

Moral kisah ini:
Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada ‘perangkap tikus’ di dalam rumah, seluruh ‘ladang pertanian’ ikut menanggung risikonya.

Apa yang disukai istri dari suaminya ???

Posted in Uncategorized on June 12, 2007 by asurandi

Berikut ini sati versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya :
1. Penuh pengertian
Seorang istri senang di perhatikan dan di dengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Ia senang suami mengetahui perasaanya. Obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu. Tangisan seorang istri itu memilki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air matanya yang menetes dari matanya. Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin di lakukan seorang suami terhadap istrinya.
2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati, seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karena kecemburuan adalah bagian dari cinta. Seorang istri yang baik akan mengatakan “ Jangan karena takut kepadaku, abang bersikap setia. Karena ALLAH maha melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan.”
3. Sabar dan Pema’af
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mampu mema’afkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri. Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
4. Teguh hati dan Bersemangat !
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat ? seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan memberikan bantuan dan do’a terbaik bagi suaminya.
5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapat suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis. Di antara ungkapan cinta suami-istri adalah hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan.
6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami. Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri.
7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat di hajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah, interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.
8. Menjadi Pemimpin yang melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang diharapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya. Kepemimpinan yang di sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik bukan senantiasa menggunakan otoritas. Yang betul- betul menjadi pemimpin bukan menjadi boss! Setia manusia punya keunikan selera dan nilai rasa, begitu juga para istri.

Jujurlah Ini Cinta Atau Nafsu

Posted in Uncategorized on June 12, 2007 by asurandi

Seseorang yang ingin mencoba mencari jati diri akan hidup yang sebenarnya. Meraih asa yang tertinggal, dengan keyakinan yang ada. Walaupun ke putus-asaan kerap datang, aku bukanlah sebuah batu karang di lautan. Aku juga bukan matahari yang selalu menyinari bumi. Aku hanyalah seseorang yang ingin menjadi diriku sendiri.

Jujurlah Ini Cinta Atau Nafsu
Cinta menjadikan si pengecut sebagai pemberani, si bakhil jadi penderma, si bodoh menjadi pintar, memfasihkan lidah, mempertajam pena para pengarang, menguatkan si lemah mencerdaskan dan mendatangkan kegembiraan dalam jiwa dan
perasaan …

Wahai hati yang kelam di sudut temaram malam … bisakah kau jujur padaku … ini cinta… atau nafsu !!!
Apakah Cinta ini datang dari Mu ya ALLAH ..apakah Nafsu ini telah Engkau rahmati ???
Ataukah Cinta ini … Nafsu ini sandiwara dunia…??
Ataukah Cinta ini … Nafsu ini tipu daya Syetan terkutuk …??
Apakah Cinta dan Nafsu ini yang akan memuliakan ku,
meninggikan derajad ku, meningkatkan iman ku, menyempurnakan ½ agama ku?
Ataukah dengan Cinta dan Nafsu ini aq malah menjadi benalu bagi penghuni neraka??
Ataukah dengan Cinta dan Nafsu ini aq menjadi makhluk terkutuk, terlaknat dimakan api neraka??
Apakah Cinta dan Nafsu ini yang akan membuat ku dicemburui oleh para nabi dan syuhada??
Ataukah Cinta dan Nafsu ini menjadikan ku manisia hina dina??
Ataukah Cinta dan Nafsu ini merantai tubuhku di dasar neraka??
Apakah Cinta dan Nafsu ini menuntun dan menguatkan ku dalam Amar Ma’ruf Nahi Mingkar??
Ataukah Cinta dan Nafsu ini menjerumuskan ku dalam Amar Ma’ruf Nyambi Munkar??
Ataukah Cinta dan Nafsu ini justru yang menodai jihad dan da’wahku??
Wahai hati yang kelam di sudut temaram malam … bisakah kau
jujur padaku … sudahkah lurus niatku!!

Apakah lurus niatku membela agamaku ataukah hanya
kugunakan sebagai topeng kemunafikan…
Apakah lurus niatku dalam setiap hafalan ayat yang
kuhafalkan atau cuma untuk menipu diri n nunjukin ama dia, ne loh hapalanku banyak…
Apakah lurus niatku dalam setiap bulletin yang kutulis ntu bener buat da’wah ?? atau cuma buat nunjukin ama dia loh aku aktivis…ini

Wahai hati yang kelam di sudut temaram malam … jawablah
apakah si pengecut yang sudah jadi pemberani, si bakhil tiba tiba jadi penderma atau si bodoh yang mendadak pintar ini sudah lurus niatnya??
Ya ALLAH sesungguhnya engkaulah yang maha memutar balikkan
hati maka tetapkanlah hatiku di jalan Mu tetapkanlah Cinta
ku untuk Mu… sucikanlah Nafsuku…

* 7 Hal yang Tidak Bisa Kita Ubah Dalam Hidup

Posted in Uncategorized on June 12, 2007 by asurandi

Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja yang tidak dapat kita ubah….
1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria. Karena semuanya di ciptakan Tuhan pasti punya arti !
2. Orang tua
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So,you must respect your parents ! Siapapun orang tua kita. Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won’t respect you, is it terrible?
3. Hari kelahiran
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing bukan ?But it’s true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.
4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu.Banyak orang yang mengubah bentuk fisiknya karena merasa tidak puas dengan apa yang telah di berikan Tuhan kepadanya tetapi mereka jadi kelihatan aneh dan tidak natural. Mau ??
5. Masa lalu
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang. Kalo dalam teori mengemudi ” Jangan sering-sering melihat kaca spion karena akan memperlambat jalan kita dan kita tidak melihat apa yang sedang kita hadapi di depan kita (masa depan ) karena itu hanya membuat engkau “frozen” – can not do anything! Look to the future and see how good it is.
6. Kedudukan dalam keluarga
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah. Semua tergantung bagaimana engkau mengambil peran..
7. Suku bangsa / ras
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan Atau menyesal jadi orang Melayu yang kalau menikah perlu upacara adat yang mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? Emm..
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.
Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu.
Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak ! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu.”Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan”. (asurandi.wordpress.com)